Dalam film National Treasure, Benjamin Gates yang diperankan Nicholas Cage mendatangi Gedung Arsip Nasional untuk meminta izin melihat Naskah Proklamasi Amerika. Kepada Abigail Chase, kepala perpustakaan, Gates tak mau berterus terang mengapa dia membutuhkan naskah legendaris itu, yang disimpan dengan pengamanan sangat ketat.

Bahkan penulis yang mahir sering menghadapi “writer’s block”–kebuntuan menulis. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini? Berikut sejumlah kiat sederhana:

Ada kecenderungan luas orang dan wartawan memakai kata asing dalam penulisan di media. Padahal, sebenarnya ada padanan dalam Bahasa Indonesia. Pemakaian kata asing itu tak hanya membuat tulisan kurang bisa dipahami, tapi juga sering keliru.

Kesederhanaan adalah salah satu kunci dalam menulis. Tulisan yang bagus di media massa atau blog umumnya disajikan sederhana, melalui kosakata populer sehari-hari.

Informasi yang penting adalah informasi yang tidak hanya jelas, tapi juga akurat. Penulis dan pembaca mempunyai keperluan yang berbeda, namun bisa bekerjasama. Penulis tak ada artinya tanpa pembaca, dan pembaca masuk dalam sebuah cerita dengan harapan besar bisa memahami semuanya.

Ketika masih menjadi mahasiswa di Bandung, salah satu yang saya pelajari di luar kelas adalah bagaimana membaca cepat. Di Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Bandung dua puluhan tahun silam saya bersyukur menemukan buku lusuh yang ditulis oleh The Liang Gie, seorang penulis buku-buku kiat, tentang bagaimana belajar secara efektif. Membaca cepat adalah salah satu pilar belajar […]

Kita kadang bingung mana yang benar: “duta besar” atau “dutabesar”? Mana yang benar pula: “kacamata” atau “kaca mata”?

Kata kerja adalah mesin yang mendorong berjalannya sebuah cerita. Kata kerja aktif (membunuh, misalnya) seperti pedal gas; sementara kata kerja pasif (dibunuh) ibarat pedal rem.

Oleh Ginny Wiehardt (About.com) Sebagian besar kita tidak punya kemewahan memiliki ruang pribadi khusus menulis yang tak terganggu keluarga atau orang lain. Tapi, tiadanya ruang untuk menulis tak mesti membuat kita patah semangat. Dengan keinginan kuat dan sejumlah kreativitas, Anda sebenarnya mudah menemukan tempat seperti itu.

Salah satu kekuatan sebuah tulisan adalah narasi dan deskripsi, mendongeng dan melukis dalam benak pembaca. Itu tak hanya berlaku pada fiksi seperti novel, tapi juga pada tulisan non-fiksi. Bedanya: deskripsi dalam novel adalah hasil imajinasi, sementara deskripsi dalam tulisan non-fiksi adalah fakta, setidaknya fakta yang dilihat sang penulis atau wartawan.

Tulisan yang baik tak ubahnya seperti tarian burung camar di sebuah teluk: ekonomis dalam gerak, tangkas dengan kejutan, simple dan elok. Bahkan jika itu tulisan non-fiksi dan karya jurnalistik.

Angka atau statistik sangat membantu dalam membuat tulisan lebih meyakinkan. Namun, kita perlu berhati-hati untuk tidak memasukkan angka terlalu banyak, mencegah pembaca pusing dan akhirnya menyingkirkan tulisan.