Keranjingan akan singkatan dan akronim menjalar hingga media daerah. Di Medan, misalnya, koran setempat memakai banyak akhiran “SU” untuk mewakili kata “Sumatera Utara”. Advertisements

Bahkan penulis yang mahir sering menghadapi “writer’s block”–kebuntuan menulis. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini? Berikut sejumlah kiat sederhana:

Ada kecenderungan luas orang dan wartawan memakai kata asing dalam penulisan di media. Padahal, sebenarnya ada padanan dalam Bahasa Indonesia. Pemakaian kata asing itu tak hanya membuat tulisan kurang bisa dipahami, tapi juga sering keliru.